Problematika Internal Aktivis Dakwah
Jalan dakwah bukan rentang yang pendek dan bebas hambatan. Bahkan jalan dakwah penuh kesulitan, amat banyak kendala dengan jarak tak terkira jauhnya. Tabiat ini perlu diketahui dan dikenali setiap aktivis dakwah, agar ia bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di perjalanan.
Di dalam diri setiap manusia ada potensi-potensi yang mengarahkan kepada kebaikan, namun ada pula potensi yang membawanya kepada keburukan. Dengan demikian, tergantung dari masing-masing manusia dalam mengalokasikan potensi tersebut.
Tawazun atau keseimabangan merupakan asas kehidupan. Tata kehidupan ini secara keseluruhan telah Allah ciptakan secara seimbang dan teratur. Jika terjadi ketidakseimbangan, pasti akan melahirkan ketidakbaikan. Ketidakseimabangan merupakan gejala yang melawan fitrah kehidupan, maka pasti menimbulkan kerusakan.
Ada beberapa bentuk ketidakseimbangan yang bisa terjadi dalam kehidupan aktivis dakwah, di antaranya:
1. Ketidakseimbangan anatara aktivitas ruhaniyah dengan aktivitas lapangan
2. Ketidakseimbangan antara dakwah di dalam dengan di luar rumah tangga
3. Ketidakseimbangan antara aktivitas pribadi dengan organisasi
4. Ketidakseimbangan antara Amal tarbawi dengan amal siyasi
5. Ketidakseimbangan antara perhatian terhadap aspek kualitas dengan kuantitas SDM
2. Ketidakseimbangan antara dakwah di dalam dengan di luar rumah tangga
3. Ketidakseimbangan antara aktivitas pribadi dengan organisasi
4. Ketidakseimbangan antara Amal tarbawi dengan amal siyasi
5. Ketidakseimbangan antara perhatian terhadap aspek kualitas dengan kuantitas SDM
Penyebab ketidakseimbangan
1. Pola kerja infiradiyah (single fighter)
2. Lemahnya perasaan mas’uliyah
3. Kesalahan cara pandang
4. Kesalahan dalam membuat perhitungan
5. Pembagian tugas yang buruk
Bagusnya latar belakang dan masa lalu yang dimiliki seorang aktivis dakwah merupakan modal yang mendukung suksesnya perjuangan di medan dakwah. Jika para aktivis dakwah tidak memiliki latar belakang kehidupan masa lalu yang baik, ada beberapa permasalahan yang bisa muncul oleh karenannya. Ada kalanya seseorang senantiasa dikaitkan dengan masa lalunya yang buruk, padahal boleh jadi orang itu sudah berubah total dari kondisi semula. Ada kalanya seorang aktivis dakwah memiliki latar belakang keluarga yang tidak baik, lantas membuatnya tetekan dalam kondisi itu.
Problematika Eksternal Aktivis Dakwah
Dalam bingkai keindonesiaan, selain permasalahan-permasalahan global tersebut terdapat pula sejumlah permasalahan lokal. Di antara problematika dalam dakwah di Indonesia saat ini adalah hal-hal yang menyangkut aspek spiritual dan kultural.
1. Berhala-berhala modern
2. Syirik, khurafat, dan takhayul di era teknologi
3. Globalisasi dan dialektika kultural
4. Tradisi dan perkembangan
2. Syirik, khurafat, dan takhayul di era teknologi
3. Globalisasi dan dialektika kultural
4. Tradisi dan perkembangan
Problematika moral
1. Mabuk dan penyalahgunaan obat-obatan
2. Penyelewengan seksual
3. Perjudian dan penipuan
4. Tindak brutal dan kekerasan
2. Penyelewengan seksual
3. Perjudian dan penipuan
4. Tindak brutal dan kekerasan
Problematika sistemik
1. Korupsi, kolusi dan nepotisme
2. Kemiskinan
3. Kebodohan
4. Disintegrasi bangsa
Daya Tahan Di Medan Dakwah
Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki para aktivis dakwah agar mampu konsisten berjuang di jalan Allah, sepanjang hidupnya. Lima faktor jalan untuk merealisir daya tahan di medan dakwah, yaitu:
1. Menguatkan dan membersihkan motivasi
2. Menggapai derajat iman
3. Menggandakan kesabaran
4. Kekuatan ukhuwah
5. Dukungan soliditas struktur
1. Menguatkan dan membersihkan motivasi
Daya tahab dalam lapangan dakwah sangat dipengaruhi oleh kekuatan dan kelurusan motivasi. Bersihnya motivasi karena Allah akan menyebabkan para aktivis tidak memiliki ambisi-ambisi duniawi. Merka akan berkonsentrasi mengharap balasan dari Allah atas segala yang telah dan akan dilakukan, tidak terpengaruh semangatnya oleh karena mendapatkan jabatan, kedudukan, harta, atau tidak mendapatkan sama sekali balasan keduniaan.
2. Menggapai derajat iman
Tiada pilihan lainbagi setiap muslim kecuali harus senantiasa memperbaiki kulaitas keimanan serta memperkukuhnya. Tentu para aktivis dakwah harus segera melaksanakan koreksi ke dalam dirinya sendiri, sejauh mana keimanan telah terealisasi di dalam kehidupannya, yang dengan itu mereka berhak mengharap janji-janji Allah.
3. Menggandakan kesabaran
Tabiat jalan dakwah yang sedemikian panjang dan banyak rintangan memang mengharuskan setiap aktivis dakwah mengenakan pakaian kesabaran yang berlipat. Medan dakwah tak mungkin ditempuh oleh orang yang tak memiliki kesabaran. Bahkan seringkali hadirnya orang tak sabar dalam tatanan dakwah, lebih banyak membuka celah yang bisa membahayakan dakwah secara umum.
4. Kekuatan ukhuwah
Karena landasan persaudaraan adalah akidah maka ukhuwah bisa kukuh berdiri. Persamaan akidah akan membawa kepada persamaan pandangan hidup dan orientasi perjuangan. Dengan itulah ukhuwah tegak berdiri di atas kebersihan akidah, menjalin hati-hati mereka yang satu akidah, sekaligus membuat distansi dengan orang yang berlainan akidah.
5. Dukungan soliditas struktur
Gerakan dakwah yang solid akan memberikan dukungan sangat besar bagi setiap aktivis untuk memiliki daya tahan di dalam perjuangan. Solidnya struktur gerakan dakwah akan menimbulkan Susana nyaman dan melegakan semua aktivis. Suasana kerja menjadi sangat kondusif dan terbantu karena adanya kekukuhan struktur.
Yang Tegar Di Jalan Dakwah
Jika ada aktivis dakwah yang dicaci maki banyak kalangan, difitnah dengan tuduhan keji, dilukai tubuhnya, ditangkap, dan dipenjara, diusir dari tanah kelahiran, dibunuh karakternya disebabkan oleh dakwah yang dilakukan, hendaklah senantiasa bersikap sabar. Sesungguhnya seluruh mihnah itu merupakan bagian tanda kecintaan Allah untuk mentarbiyah para aktivis dakwah, agar mereka semakin dewasa dalam melangkah dan lebih membersihkan mereka dari anasir-anasir yang tidak diperlukan dalam dakwah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar