Tarbiyah dapat dimaknai sebagai proses pembinaan diri dan umat menuju arahan ideal dalam Islam. Sebuah kontemplasi untuk menemukan makna dan hakikat kebajikan, sebuah proses penggalian nilai-nilai dasar kebenaran, keadilan, kearifan dalam hidup.
Tarbiyah diarahakan Islam kepada kaum lelaki dan perempuan. Semua potensi kemanusiaan harus dilejitkan, dalam rangka untuk mendapatkan kinerja dakwah yang optimal. Ikhwan dan akhwat di berbagai penjuru dunia berlomba-lomba memperbaiki diri dan umat lewat tarbiyah, untuk mengisi peran-peran perubahan sesuai dengan bidang dan spesialisasi masing-masing.
Muslimah sebagai bagian dari masyarakat harus mendapat sentuhan tarbiyah yang sempurna, agar segala kebaikan dirinya akan membawa kontribusi kebaikan bagi masyarakat luas dan negara. Awal kehancuran peradaban bisa diawali oleh kehancuran kepribadian kaum perempuan, sebagaimana kejayaan sebuah peradaban diawali oleh kekokohan kepribadian kaum perempuan.
Mengapa Akhwat Perlu Tarbiyah
Urgensi Tarbiyah bagi Akhwat
Tarbiyah merupakan langkah efektif untuk menjaga kebaikan manusia, justru karena banyaknya faktor yang mempengaruhi kebaikan dirinya, baik secara internal maupun eksternal. Dengan demikian, melakukan tarbiyah adalah sebuah jalan untuk menjaga dan melipatkan kebaikan diri.
Beberapa urgensi tarbiyah pada kalangan akhwat diantaranya adalah :
1. Keadilan taklif antara kewajiban lekaki dan perempuan
Allah memberikan pembebanan (taklif) secara sama dan seimbang antara laki-laki dan perempuan.
2. Menguatkan kecenderungan akhwat kepada kebaikan
3. Antisipasi kondisi eksternal
4. Mempersiapkan akhwat untuk mengemban peran peradaban
5. Kekhususan kaum wanita
6. Akhwat memerlukan kebersamaan
Menjadi Murabbiyah, Bisakah Ideal?
Sesungguhnya menjadi pembina tidaklah sulit. Yang diperlukan adalah hal-hal sebagai berikut:
a. Kesediaan untuk berproses bersama dalam kebaikan sesuai mekanisme kejamaahan
b. Kesediaan untuk berproses bersama kader untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki
c. Kesungguhan untuk mengelola proses pembinaan dalam bingkai system
d. Kemauan yang kuat untuk senantiasa meningkatkan berbagai kapasitas diri
e. Pemahaman akan visi, misi, tujuan, tahapan, metode serta sarana dalam pembinaan
Persiapan Menjadi Murabbiyah
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al Anfal:60)
Persiapan yang diperlukan bagi murabbiyah:
1. Siapkan mental
2. Siapkan ilmu
3. Siapkan spiritualitas
4. Siapkan akhlak
Kemampuan khas murabbiyah
1. Kemampuan berbahasa Arab
2. Kemampuan berbahasa Indonesia
3. Kemampuan menulis dengan huruf arab
4. Kemampuan menulis dengan huruf latin
5. Kemampuan berbicara
6. Kemampuan beretorika
7. Kemampuan mendengarkan pembicaraan
8. Kemampuan menyegarkan suasana
9. Kemampuan komunikasi
10. Kemampuan bercerita
11. Kemampuan memimpin forum
12. Kemampuan merespon dan menyelesaikan masalah
Jangan pernah lakukan pada mutarabbi
1. Bersikap kaku apalagi kasar
2. Melupakan nama
3. Memotong pembicaraan
4. Menegur langsung di hadapan yang lain
5. Tidak mau menyempatkan mendengar curhat
6. Tidak memberikan waktu untuknya
7. Tidak menanggapi usulan
8. Tidak dialogis dalam mengelola forum tarbiyah
9. Tidak ramah dan lembut
10. Tidak pernah menayakan kondisi
11. Tidak pernah memuji
12. Tidak mau mengakui kesalahan dan meminta maaf
13. Membicarakan di depan mutarabbi yang lain ketika yang bersangkutan tidak hadir
"jika kau mendidik satu perempuan maka
sesungguhnya kau mendidik satu generasi"
SEMANGAT MEMBINA!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar